Karena langit terus bersenandung tentang kehidupan

Sendirian di cubicle ini. Ya… karena memang sudah seharusnya seluruh karyawan pulang ke rumahnya masing-masing. Sedang aku? Aku memilih untuk menunggu semuanya pulang, menunggu dalam waktu yang tenang untuk… hmmm.. ya sekedar berdiam diri dan menikmati waktu yang seolah-olah terhenti. Hanya ada aku, dan keheningan.

Aku mencoba untuk menikmati keheningan ini. Kesendirian kalau aku boleh lebih jujur. Kesendirian yang akhir-akhir ini semakin kurasakan. Mungkin ada yang salah dengan diriku, kurasa semua menjauh, bergerak pergi. Di awali dengan hilangnya salah satu tujuan hidupku. Aku sudah tidak dibutuhkan lagi disana. Secara halus, mereka memintaku pergi. Mereka, yang sesungguhnya sudah kuberikan apa yang kumiliki, buat mereka. Segalanyaaa… Then I go… with a bounch of tears. Hilang sudah alasanku buat bertahan hidup. It’s gone. Hmm.. what I mean in here, is Ibsus.

Di kantor, aku ngga ngerti. Semua serba bersandiwara, terhadap apa yang mereka rasakan. Bisa-bisanya mencium di depan, tetapi menusuk di belakang. What should I call it? Ketika aku berusaha jujur bersikap, mereka justru pergi menjauh, berangkulan, sambil masing-masing membawa golok dibelakang tangan nya. Aku benci pengkhianatan. Aku benci ketidak jujuran. Aku benci perselingkuhan… Hmmm… what a world. Hampir tujuh tahun, aku masih ditempat yang sama. Membuatku frustasi dengan semuanya.

Home? Satu-satunya tempat dimana seharusnya aku bisa merebahkan kepalaku dengan tenang. Hmm.. ini pun masih saja bergejolak, beriak bak tepian pantai :) Tapi kuyakin, semua pasti berlalu, walau ku jg belum tahu bagaimana menyelesaikannya.

Terakhir, ketika aku sangat membutuhkan seseorang untuk hadir disisi ku… Yang kudapat hanya penolakan, pengacuhan, dari seseorang yang setiap pagi, setiap malam ku doakan. Aku sayaaaaaaang sekali padanya. Hmm.. ini nih, yang namanya ada di bawah tulisan ini *Ceritanya, tanganku lagi nunjuk ke bawah* Aku bertanya-tanya, apa yah salah ku, sehingga kamu begitu murka, seolah-olah begitu jijik padaku. Bolehkah ku minta, kalau hanya sekedar menjadi temanku saja?

Hmmm…. hilang sudah segalanya. Segalanya yang pernah ada padaku, semua diambil. Yang tersisa, tinggallah diriku sendiri, duduk diam di tempat ini. Aku tidak memiliki apapun yang tersisa kini. Dan siapakah yang bersedia berteman dengan orang yang tidak memiliki apa-apa lagi?? *retoris… tak usah dijawab*

Hug me

Malam ini.. aku hanya butuh satu hal. Satu pelukan hangat, dari orang yang bisa menerima keberadaanku apa adanya. Saat si super woman (katanya) ini hanya bisa duduk diam, tanpa asa, menggerakkan jemari di atas keyboard, mencurahkan segalanya kepada layar, kepada dunianya yang maya. Karena hanya ini yang tersisa :)

Tepat seperti saat ini. I wish.. I have someone to hug me.. just a simply hug, in a silent… in a very now :’(

Entah bagaimana aku harus menyimpan semuanya lagi. Ingin sekali menumpahkan segala sesuatu yang ada di kepalaku. Tak sanggup lagi rasanya diri ini menahan lebih lama.

Aku ingin mengakui, kalau kemungkinan besar aku telah jatuh cinta pada seseorang di luar sana. Dia yang selama setahun ini tengah mengisi hari – hariku.

Amat sangat tidak mudah menghadapi dirinya. Dia bisa datang dan pergi kapan pun begitu saja. Begitu dekat, hingga secara tak sengaja, atau bahkan sengaja, kulit pun bertemu dengan kulit. Kemudian menghilang sekian waktu lama nya, meninggalkanku dengan sejuta rindu yang tak menentu. Tahukah kamu, kalau rasanya sangat tak menentu jika aku tidak mengetahui kalau kamu baik-baik saja saat ini.

Menghadapinya, seperti menghadapi landak. Tak bisa dijamah, tak bisa disentuh. Entah mengapa ia tidak suka disentuh. Sekalipun aku begitu rindu padanya, namun kutahan. Aku tidak ingin dia merasa risih dan kikuk. Hanya tersenyum padanya, mengambil sedikit jarak, agar dia nyaman. Hey, tahukah kamu, terkadang aku ingin memelukmu, atau sekedar merangkulmu. Memastikan kalau kamu tahu, kalau tidak semua orang bermaksud menyakitimu. Tidak semua orang bermaksud meninggalkanmu. Bahkan seandainya kamu memintaku untuk tinggal, maka mungkin hanya kehendak Tuhan yang dapat membuatku menjauh darimu.

Namun, aku tidak pernah mengetahui, apakah kamu memiliki rasa yang sama dengan yang aku rasakan. Atau mungkin ini hanya sekedar rasa sayang yang kembali jatuh di hati yang salah. Apapun itu, aku hanya diam, dan kemudian bertelut di hadapan Bapa ku, memohon dengan sangat, kiranya DIA membuka hati mu, mengizinkanku untuk masuk dan mengisi hari-harimu. Meminta Tuhan, sekiranya boleh, untuk menjadikan kita berdua menjadi satu, bukan lagi dua.

Tapi ini hanya pintaku, hanya inginku, hanya harapku. Inipun jika Tuhan berkenan, berbelas kasihan atas permohonanku kali ini. Kalaupun tidak, DIA tetap Allahku dan Allahmu. Dan kamu tetaplah seseorang yang sangat berharga, yang pernah mampir dalam doaku.

Yang sangat mengasihi mu,

@missgalz

Kalau saja

Berhari-hari aku mempertimbangkan untuk mem publish tulisan ini atau sekedar menyimpannya di dalam hati untuk diriku sendiri. Lalu aku memutuskan untuk mempublishnya dalam blog pribadiku, tanpa mengkirimkan alert ke teman-teman dalam jaringan pertemanan ini. Kiranya orang-orang ada yang membacanya, maka orang – orang itu memang adalah orang yang mengkhususkan diri, mampir ke relung hatiku.

Belakangan ini banyak hal yang mengganggu pikiranku. Salah satunya adalah tentang pasangan hidup ( pastinya yaaah ). Terlahir dari keluarga Batak tulen, yang dianugerahi hati yang ke-Batak an, pastinya aku ingin sekali nantinya mendampingi seorang pria Batak yang memiliki cara pandang luas. Menyadari kalau aku anak pertama dan anak perempuan satu-satunya, lantas pilihan hatiku untuk menggandeng seorang pria Batak adalah harapan yang sangat lazim. Bahkan aku mulai menutup hatiku kepada pria yang bukan Batak, jika mereka mencoba menggoda ketetapan hatiku. Semua bisa kulewati dengan tangkas. Sampai suatu ketika, aku menemukan kalau hatiku merasa sangat tenang ketika berdekatan dengannya. Dengan dia, sahabatku. Sahabat yang sangat ku kasihi.

Jika seorang wanita Batak, tidak menikah dengan suku Batak, maka lenyaplah sudah garis ke Batakan nya. Adat Batak bersifat patrilineal. Ia akan dengan serta merta keluar dari segala keindahan adat Batak. Ayah dan Ibu ku hanya memiliki satu anak wanita, artinya cuma satu kesempatan baginya memperoleh kehormatan menjadi hula-hula, yang ditinggikan oleh keluarga suami dari puterinya. Ahhh.. begitu indah nya budaya Batak. Masing-masing akan merasakan, kapan dia harus tunduk dan hormat kepada keluarga lain. Dan dilain kesempatan ia juga bisa menikmati rasa hormat dari keluarga yang lain. Dan semuanya tertata rapi dalam untaian adat yang indah. Aku pun sudah melihat bagaimana suku Batak memandang keluarga, sebagai salah satu hal yang amat sangat berharga dalam hidupnya.  

Dan kini, aku berhadapan dengan dia. Aku amat mengasihinya, dan hal yang sama dapat kurasakan dari tatapan matanya. Entah kapan aku mulai menyadari, kalau hatiku terasa terusik ketika melihatnya bersama wanita lain. Bahkan hatiku benar-benar marah ketika melihatnya dipermainkan oleh wanita lain. Hmmm.. ada apa ini??

Kulemparkan sejauh-jauhnya segala pemikiran-pemikiran aneh itu. Aku harus kembali menjadi wanita Batak! Dan hal itu hanya memungkinkan jika aku menikah dengan seorang pria Batak.

 

Aku tahu, tidak akan pernah mudah bagimu untuk masuk menjadi bagian dari keluarga Batak. Kamu yang terbiasa mandiri dalam segala hal, nantinya akan direpotkan oleh urusan ini itu, yang pastinya tak kau mengerti juga arti dan manfaatnya. Namun dilain pihak, aku pun tidak habis-habisnya berpikir akan mimpi anehku nyaris satu tahun yang lalu. Maaf kalau aku tidak jujur karena saat bercerita denganmu sebagian dari mimpi itu aku skip . Tahukah kamu, bahwa di mimpiku itu, beberpa saat sebelum pergi meninggalkan dunia ini, (alm) mama mu menitipkanmu kepadaku, bukan lagi sebagai sahabat. Sesunguhnya dalam mimpiku saat itu, kita sudah menikah. Maaf, aku tak sanggup menceritakan yang sebenarnya padamu. Hmmm.. tahukah kamu, kalau aku memegang tampuk kehormatan sejak aku kecil?? Aku punya gelar khusus “boru Lumbantala” loh… sejak dari aku masih duduk di Taman Kanak Kanak. Tapi aku juga tak habis-habisnya menikmati detik-detik bersama dengan mu.

Dear you, jika saja aku bukan terlahir menjadi wanita Batak satu-satunya dikeluarga ini, atau jika saja kamu terlahir dari suku Batak. Mungkin aku akan mempertimbangkan kemungkinan untuk mendampingimu dan mengasihimu seumur hidupku!  

semua yang terbaik

Pekan lalu adalah pekan yang sangat menguras emosi dan kekuatanku.  Pekan lalu, dia memperingati hari jadinya. hmmm…. dia sudah memasuki usia kepala 3. Sesuatu yang memang patut disyukuri, namun juga perlu dipertanyakan =)

Lebih dari seminggu sudah aku mempersiapkan yang terbaik untuknya. Segala sesuatu sudah kurancangkan. Berharap jika kado ku akan menjadi sesuatu yang terbaik yang dapat kuberikan padanya. Tidak perduli bagaimana responnya nanti. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik.

Di terik siang matahari, aku melangkahkan kaki ku menuju parkiran. Matahari, tak maukah kau sedikit bersahabat padaku? Aku ingin memberikan yang terbaik pada ksatria bergitarku? hmmm.. nampaknya matahari keukeh pada pendiriannya. Si Merah turut menemaniku ke Pasar Baroe, ke tempat pelukis langgananku. Akan untuk ke 4 kalinya aku menggunakan jasa beliau. Tiga sebelumnya aku sangat puas dengan karyanya. Negosiasi dan segala perancangan dilakukan disana. Done!

Beberapa hari setelahnya, aku tetap berdoa. “Ya Tuhan, berikanlah gambar terbaik, berkatilah pelukis itu. Aku ingin ini  menjadi kado yang indah untuknya” kataku sambil juga mempersiapkan kado regular lain, seperti yang biasanya kuberikan juga pada teman-teman ku ketika mereka berulang tahun.

Senin itu, dengan bersemangat dan deg-dengan aku datang ke tempat pelukis ku. Sungguh alangkah kagetnya ketika aku melihat hasil karyanya. Ya Tuhaaaaaan… ini jauh dari harapanku. Dia sangat berbeda disini. Aku duduk lemas, tak mampu berkata-kata lagi. Kutarik nafas dengan panjang, berusaha menggambarkan dirinya kepada pelukis langgananku ini. Dalam lukisan ini, dia terlihat jauh lebih hitam, jauh lebih gemuk dan pastinya jauh lebih “petruk”. Aku sempat meragukan apakah benar lukisan ini dibuat sendiri oleh pelukis langgananku ini? Jelas berbeda dengan karya-karyanya sebelumnya.

Sedapatnya, dia memperbaiki lukisannya. Sambil menunggu, benakku dipenuhi oleh pikiran yang berkecamuk. Haruskah aku mengganti dengan yang baru? Tapi sungguh, gambar ini tidak murah. Aku sudah mengeluarkan uang tabunganku untuk ini. Dan jika aku mengganti dengan yang baru, aku juga harus menambah sejumlah uang operasional kepada pelukisku ini. Benar-benar bukan pilihan yang bijakasana pikirku. Nilainya sudah bisa digunakan untuk mendapatkan jam tangan seperti yang diinginkannya. Hmmm… aku bingung, benar – benar bingung. Aku pamit kepada pelukisku, sambil membawa lukisannya. Aku berkata jika aku membutuhkan waktu untuk berpikir.

Sesampainya di kantor, aku memperlihatkan gambar ini kepada beberapa orang kepercayaanku. Sengaja aku tidak memberikan pendapat awal kepada mereka. Takut jika mereka terpengaruh oleh pendapatku. Daaaan… mereka semua meresponi dengan hal yang sama. JELEK!! BEDA!! HITAM!! dan terakhir adalah PETRUK (sambil tertawa-tawa) . Aku mencoba untuk senyum. Dalam hati aku menangis. I know.. i know.. i know… dan ternyata hal ini hanya memperburuk keadaan hatiku.

Tinggal menghitung hari menjelang hari besarnya. Aku terus mempertimbangkan pilihan yang masih mungkin kutempuh. Mengulang pembuatan lukisan ini atau mengganti kado dengan jam tangan seperti yang diinginkannya. Namun aku tahu pasti kekuatanku. Aku tidak memiliki dana lebih untuk membeli jam tangan baru saat ini, karena dananya sudah terpakai untuk lukisan gagal itu. Dan lagi, jika aku membelikan jam, aku merasa hal itu terlalu personal. Aku takut melangkah terlalu jauh. Sekali lagi, betapa besarpun aku mengasihi nya, aku masih memegang nilai Timur, yang mungkin dinilai agak terbelakang.

Sambil berpikir, aku pun berusaha membuat kado regularku. Walaupun tergolong berperawakan di atas rata-rata, namun sangat sulit memperoleh foto dirinya dalam keadaan “baik”. Selalu saja wajahnya ekspresif. Aku sudah menyimpan satu foto yang sudah kusimpan selama beberapa bulan, ketika aku turut hadir disebuah event, dimana dia bermain disana. Kugunakanlah semua atributku. Aku ingin menyampaikan padanya, kalau aku menerima dirinya, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Termasuk dengan hobby yang sudah menjadi bagian hidupnya.

Setelah melalui pergumulan panjang, yang juga turut menganggu waktu tidurku, setelah di yakinkan oleh salah seorang teman baikku yang memang mengenal kami berdua, terlebih dia mengenalku, kuputuskan untuk tetap memberikannya hadiah itu. thx cil =)

Saat-saat menjelang penyerahan adalah hal yang paling mendebarkan. Sesungguhnya malam itu, aku sudah mengucapkan selamat kepadanya, melalui pesan singkat. Dan sore itu, aku sudah meng upload ucapan di FB ku.. kini tinggal pemberian kadonya, dimana mau tidak mau aku harus berhadapan dengan nya. Sungguh.. lebih baik aku diminta berbicara di depan 1000 orang dari pada harus melakukan ini. Sungguh deg-dengan!

Akhirnya kami bertemu untuk memberikan kado ini. Saat menerima kado ini, dia tampak sangat kaget. Dan tidak berkata sepatah katapun. Hanya melihat kadoku dengan senyum yang dikulum.. aku rasa dia tidak menyangka. Biasanya, aku memberikan kado di pagi hari. Dan kali ini, menjelang malam baru kuberikan. Yang aku ingat.. dia tidak langsung mengucapkan terima kasih. Perlu beberapa waktu baginya. Menjelang kami berpisah, barulah dia mengucapkan terima kasih. Aku tersenyum. Dalam hati, aku berteriak.. maafkan aku… aku gagal untuk memberikan yang terbaik… tapi aku pun tak mampu untuk menggantinya dengan yang lebih baik. Kusimpan semuanya di dalam hatiku.

Sore itu, aku berniat datang ke gereja, ingin menyampaikan banyak hal kepada Tuhan, ingin menunaikan tanggung jawabku, ingin bertemu dengan teman-teman yang bisa membuatku nyaman. Namun keadaan berkata lain. Aku masih di parkiran kantorku, bersama seorang teman pria, sahabat kesatria bergitarku yang kebetulan berminat pulang bersama denganku. Si Merah ngambek. Dia tak mau hidup. Great! Memang sudah waktunya aku membawanya untuk di service. Pikirku, masih sangguplah dia menunggu sampai Sabtu ini. Tapi ternyata?? Aku panik, bagaimana ini??!! Tanpa kuduga, sahabatnya ini mengubunginya. Siapa tahu dia membawa senjata ampuh untuk mobil matic, ternyata tidak. Tak lama kemudian si Pinky berbunyi, ternyata ia menghubungiku. Mempertanyakan posisiku, apakah aku membawa jumper atau tidak. Huhuhu… sebenarnya beberapa waktu yang lalu, dia sudah memperingatkanku kalau aku harus memiliki satu jumper di mobil, untuk berjaga-jaga jika terjadi hal seperti ini. Dan sampai sekarang aku belum membelinya.

Sahabatnya ini membantuku dengan berusaha mencari driver yang masih ada di kantor, atau mencari siapapun yang memiliki jumper untuk dihubungkan dengan mobilku. Tak sulit bagiku untuk memperoleh bala bantuan karena posisiku masih di kantor. Tak lama, telephone ku berbunyi lagi. Ternyata darinya. Dia mempertanyakan, apakah si Merah sudah bisa menyala atau tidak, apakah sudah ada jumper atau tidak, dll. Dan dia menawarkan untuk membelikan jumper yang dia tahu ada di dekat posisinya sekarang untuk kemudian mengantarkannya ke kantorku. Aku menolaknya. Bukan apa-apa… tapi setahuku, dia sedang menuju tempat latihannya, yang tidak dekat dengan kantorku, dan aku sangat tidak ingin membuat latihannya tergangu. Dan lagi aku masih di kantor, dimana pasti masih banyak orang yang kukenal. Namun dia juga sama kerasnya denganku. Dia memilih menunggu di seputar Menteng, menunggu kabar sekiranya dia memang perlu mengantarkan jumper itu ke kantorku.

Hatiku bertarung. Antara panik karena si merah ngadat, tak enak karena aku sudah janji dengan temanku untuk ke gereja, dan terlebih lagi, karena aku kagum dengan hatinya, yang berisikeras menunggu disana dan akan kembali ke kantorku jika memang si merah tidak bisa nyala di tengah-tengah perjalanannya menuju tempat latihan. Aaaaaahh Tuhan.. tolong aku. Sungguh aku tak bisa melukiskan segala perasaanku : panik, sangat senang, kagum, bingung, semua jadi satu. Setidaknya malam ini aku tahu, kalau dia tidak se cuek yang dikatakan orang – orang. Dan sungguh… untuk kesekian kalinya.. aku kembali menemukan keindahan hatinya yang teramat-sangat. Dan sesungguhnya hal ini lah yang menjadi alasan utamaku untuk mencintainya! Bukan karena ketampananya, bukan hanya karena talenta yang dimilikinya. Namun sungguh oleh karena hatinya yang luar biasa. Tuhaaaaaaan… tolonglah aku.

Keadaan mulai terkendali. Si Merah sudah bisa hidup lagi. Aku langsung menguhubunginya, agar dia melanjutkan perjalanannya menuju tempat latihan. Dan pastinya juga berterima kasih kepadanya.  Tanpa berpikir panjang, aku membawa Si Merah langsung ke bengkel. Rekan-rekanku memperingatkanku untuk menjaga agar mesinya tetap nyala, karena jika sampai mati, sudahlah… tamatlah riwayatku.

Pagi hari, aku kembali ke bengkel. Dan betapa aku kaget dengan berita yang dikatakan si empunya bengkel. Si Merah bisa menyala pagi ini, tanpa jumper. Aku kaget. Meraaaaaaahhh… apa yang kau lalukan?? sudah dua kali ini kau ngambek, namun keduanya justru membawa kebahagiaan untukku. Meraaaaah.. I love you so much =)

Malam itu, temanku mengajaknya bergabung menonton dengan kami. Temanku ini yang mengubunginya ( karena aku tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengajaknya). Ternyata dia datang, aku deg-deg an. Bukan apa-apa.. biasanya kami selalu nonton dengan salah satu sahabat kami, namun baru kali ini, kami menonton tanpanya. Kami kehabisan tiket untuk menonton film yang kami incar sebelumnya. Yang tersisa hanyalah When in Rome. Untungnya film ini sangat menghibur =) Beberapa kali kami semua tertawa lepas, hmmm.. aku senang sekali. Keadaan diperkeruh dengan si temanku ini berusaha bertukar tempat agar jagoan bergitarku duduk berdampingan denganku setelah temanku ini salah memilih bangku.. hahahaha. Temanku yang kedua menggodaku dengan mendorong tubuhku kearahnya ketika ada adegan romantic nya.. eeeeeerrrrrrgghhh menyebalkan sekali ABG ini!!!!!

Tapi aku juga bersyukur, setidaknya semua yang kulakukan seminggu ini sudah semakin jelas. It doesn’t take a genious to read between a line, honey.  Dia tidak berkomentar satu katapun tentang kedua hadiahku. Aku pun tak berusaha bertanya, karena sesungguhnya aku malu dan sedih, karena aku tidak bisa memberikan yang terbaik.

Melalui sepekan  ini, aku merasa jika aku sudah all out menunjukkan padanya, bahwa yang kukasihi dan ku doakan selama ini hanyalah dirinya. Bukan sahabat kami ( mungkin ini yang diduganya ). Tapi sungguh hanya dirinya. Aku sudah memberikan semua yang terbaik, walaupun hasilnya tak seperti yang ku mau. Kini aku bertelut dihadapan Tuhan. Bapa, semua sudah kulakukan. Segalanya kuserahkan kepadaMu. Jika Engkau berkenan, maka Engkau akan menggerakkan hatinya. Aku tidak akan mungkin mengatakan secara langsung kepadanya. Hanya sebatas inilah yang dapat kulakukan untuk menunjukkan kasihku kepadanya. Tetapi aku tahu, kalau rasa sayang tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu, aku berserah sepenuhnya kepada Mu. Aku mohon, agar Tuhan menjawab dan menentukan jalan terbaik bagi kami berdua. Amin.

Dear you, i hope you understand. it’s not about him, it’s trully about you. Yes, you are my special one =)

beri aku satu kesempatan..

Beberapa hari ini aku sangat sedih… sedih yang teramat sangat. Tak lama setelah aku memantapkan hati dan jiwaku untukmu, aku justru diperhadapkan pada kenyataan yang sangat menyakitkan. Setelah banyak hal yang kita lalui, setelah aku melihat dengan jelas banyak kebaikan hatimu, sore itu aku justru melihatmu bersama seorang gadis. Disaat aku benar-benar membutuhkanmu untuk menguatkan sahabat kita, aku justru terpuruk, terdiam kaku menyaksikan dirimu yang pergi tepat dihadapanku.

Dalam hari-hari ini, aku banyak disadarkan.. mungkin segala yang kulakukan untuk mendampingi sahabat kita itu sudah melukai mu. Aku minta maaf.. tidak ada maksud sama sekali untuk menyakiti mu. Hanya saja aku yang bodoh.. untuk memahami hatimu.

Aku hanya diam… tak berani mendekat padamu. Aku hanya berharap, Tuhan dan kamu bersedia memberikanku satu kesempatan lagi. Kesempatan bagiku untuk menempatkanmu pada posisi pertama dan utama dalam hidupku. Untuk menjaga persaan dan hatimu yang luaaar biasa baik. Untuk menghormatimu, lebih lagi. Karena aku sadar, engkau begitu berharga buatku.

Jika kau pergi oleh karena kemarahanmu, oleh karena kebodohanku… Maukah kau memberikanku satu kesempatan lagi? kesempatan yang tidak akan aku sia-sia kan? Kesempatan bagiku untuk membuktikan bahwa aku sangat mengasihimu? Dan aku akan melakukan apa saja.. untuk menjaga kepercayaanmu.

Jika aku memang ternyata bukan pilihan hatimu, aku akan menerimanya. Aku tahu, aku bukanlah siapa-siapa dihadapanmu. Bukan pula seorang wanita sempurna untukmu. Aku tahu, sayang… dan jika aku memang bukan pilihan hatimu… aku akan mundur dan berbahagia untukmu.

I Commit to You..

Sore ini , aku masih saja duduk di depan computer di kantor. Kuambil si Zen, dan kuatur agar lagu yang dimainkannya hanyalah Father, We commit to You. Sebuah lagu yang entah sejak kapan pastinya, telah menjadi rema dalam hatiku. Kembali mengingat akan banyak hal yang terjadi pada kami belakangan ini. Mengingat betapa banyak perubahan yang terjadi. Dan semakin aku mengenalnya, semakin aku mengasihinya. Hari ini aku mau berkata kepadamu, meskipun aku belum bisa mengatakannya langsung kepadamu :

 

Bahwa sejak hari ini, aku mengikat hatiku padamu. Aku mengikat jiwaku untukmu. Dan aku berkomitment untuk mengasihimu seumur hidupku.. dalam keadaan suka, maupun duka, dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit. Dalam segala kelebihan dan kekurangan yang aku dan kau miliki. Aku sunguh mengasihimu, lebih dari hidupku. Aku mohon kau mempercayaiku, bahwa tidak ada nama lain dalam hatiku, yang sanggup ku kasihi seperti ini. Aku tahu, bahwa kau dan aku bukanlah pribadi yang sempurna. Tapi aku berjanji untuk belajar setiap hari, untuk mencintaimu dengan cintaNya. Dan aku mohon, kau mau bersabar terhadapku.

Bapa, aku sungguh-sungguh mengatakan ini. Aku sungguh mengasihi kstaria bergitar ku itu. Bukan lagi cinta karena.. melainkan cinta meskipun. Bapa aku ingin, agar Engkau menjaga hatiku dan hatinya, sampai pada waktu MU untuk menyatakan segalanya.

Sertai kami berdua Ya Tuhan, supaya kami tetap berjalan dalam rencanaMu. Bukakanlah juga jalan bagi keluarga besar kami, dan aku mohon, singkirkanlah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakMu. Bimbinglah dia untuk menjadi kepala dan imam atasku, serta sumber kekuatan bagi hidupku dan bimbinglah aku juga untuk menjadi sumber suka citanya, menjadi mahkota yang indah serta labuhan terakhir bagi jiwanya.

Ingin ku berkata lebih jauh, namun tak mungkin jika inisiatif itu berasal dariku. Biarlah aku menunggu Tuhan menyatakan janjiNya padaku, padamu, pada kita berdua, dan terutama kepada dunia ini.

Sampai suatu hari, engkau akan membaca tulisan ini, tulisan yang sungguh kutulis dalam iman dan harapan yang begitu besar kepada Bapa disurga. Semoga, lagu ini ( Father we commit to You ) akan menjadi salah satu lagu yang akan dinyanyikan ketika kau dan aku, bersama-sama berdiri di depan altar Kudus Nya, dan menanti Tuhan memberkati kita berdua, menjadi saksi atas once-in-a-life time-commitment (komitment sekali seumur hidup) kita. Amin!

 

Sungguh, ini permohonanku, Ya Yesus. Tapi sekiranya Bapa berkehendak lain, maka aku percaya, itulah yang terbaik bagi kami berdua, karena aku tahu. Engkau sangat mengasihi kami berdua.

 

-AH-

 

APOL,

Jan 26, 2010

another “S”

Pagi tadi, sambil menemaniku menikmati hidangan pagiku, mamaku bercerita tentang beberapa perihal keluarga. Aku duduk mendengarkan, dengan sesekali memberikan komentar yang berkaitan. Memang begitulah biasanya aku memulai hari-hariku. Menu pagiku sudah hampir habis, tinggal beberapa suapan lagi. Kemudian mamaku tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

“Si S sekarang di Jakarta?” Tanyanya. Aku berusaha terus melanjutkan makan pagiku.

Ngga tau. Hmm… emang kenapa? ” tanyaku.

” Tadi malam mama mimpi… dy datang ke Jakarta. Tapi kalian ngga saling menegur sapa…. diem-diem an gitu.” lanjutnya.

Aku langsung mempercepat gerakanku. Buru-buru ku masukkan saja makanan yang tersisa itu ke dalam rongga mulutku. Aku sungguh tidak mau lebih lama lagi berada di tempat itu. Sungguh.. aku tidak mau mama ku membaca seluruh bahasa tubuhku. Terakhir mamaku jadi terheran-heran di meja makan.

Huuufff..  kenapa juga mamaku mempimpikannya? Tidak tahu dari mana asalnya, namun mamaku punya feeling yang sangat kuat mengenai dia. Yah.. dia yang menjadi bagian masa laluku. Seseorang yang selama tujuh tahun secara rutin masuk dalam list doa harianku. Pikiranku kembali melayang ke beberapa masa silam… ketika dia datang ke Jakarta dan mengajakku makan malam. Mamaku secara feeling dapat mengetahui kalau aku baru saja ‘jalan’ dengannya padahal aku tidak memberitahu siapapun tentang kedatangannya. Aku sangat heran.. mengapa intuisi mamaku begitu tajam padanya.

Dalam hati aku ingin sekali berkata pada mamaku.

” Ma.. dia itu masa laluku… aku sudah ngga peduli lagi padanya. Sekarang aku sudah punya orang lain yang ku doakan (^_^). Entah mengapa.. inisialnya juga sama “S”  Bahkan tadi malam pun, aku justru memimpikannya. Dalam mimpiku, dia berkeluh kesah kalau dia sedang sangat lelah dan bosan dengan pekerjaannya… dan dia sedang malas untuk bekerja. Akupun memberi saran agar dia tidak usah memaksakan diri untuk bekerja dulu alias bolos. hahaha.. nakal memang. Tapi aku tahu pasti kondisinya.. dan mungkin undur sejenak dari segenap rutinitasnya adalah jalan yang terbaik ”

Namun aku tidak mampu berkata-kata. Kusimpan saja semua untuk diriku sendiri.. sampai suatu hari nanti aku boleh membawanya kehadapan kedua orang tuaku.

Secara ajaib.. hari ini dia memang tidak datang ke kantor. (^_^)

Aku terdiam… Tuhan, apakah arti semua ini??

 

LUCKY

Do you hear me? I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooh ooh ooh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

Lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea
To an island where we’ll meet
You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair

Though the breezes through trees
Move so pretty you’re all I see
As the world keeps spinning ’round
You hold me right here, right now

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

I’m lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh, ooh

loving you is …

Telephone genggamku berbunyi, membuyarkan konsentrasiku pada buku tebal yang tengah kubaca. Aku melihat nama yang tertera di layar.. dadaku berdegup. Berusaha mengatur alunan napas, agar tidak membuatnya curiga.

“Hallo” kataku santai.. atau berusaha untuk santai.

“ Hallo non… lagi sibuk ga? “ hmmm.. lagi-lagi suara itu yang menyapaku. Setengah melonjak kegirangan karena memang aku sudah berhari-hari menunggu telephone dari nya.

“ Engga.. biasa aja.. lagi baca2 “ kataku.

“ Nemenin makan mau nggak? “ katanya kemudian.

 

*******

Sudah dapat ditebak bukan kelanjutannya? Yah… seperti biasa.. dia pasti menjemputku di rumah dan sementara itu aku setengah mati deg-deg an menunggunya.

Langit tampak gelap… sepertinya akan turun hujan. Aku memandang langit melalui jendela kamarku. Aku suka hujan.. bunyinya, tariannya, aromanya, suasananya, semuanya. Yah.. aku suka sekali dengan hujan. Khayalku melambung, berusaha memutar kembali rentetan gambar di anganku… Segala memori yang sudah kami lewati bersama. Entah kapan tepatnya aku mulai merasakan dadaku berdetak lebih cepat dari biasanya ketika mata kami tak sadar bertemu.. atau entah kapan aku didatangi kupu-kupu di perutku kala berdekatan dengannya. Aaah.. entahlah.

 

*******

 

Benar saja… Mr. Rain memang menggoda kami sore itu. Sejenak sebelum turun menuju resto yang sudah menjadi tempat langganan kami, di dalam mobil kami sempat terhenti sejenak untuk tertawa. Menertawakan kenyataan kalau kami tidak membawa payung dan tidak ada ojek payung juga di tempat itu. Memandang langit dan merayu Mr. Rain agar mau bersahabat dengan kami. Hmmm.. percuma… nampaknya ini memang sudah menjadi paket yang harus kami nikmati sore ini. Belum tuntas tawa kami di dalam ruangan kecil itu, dia keluar sambil melepas jacket nya, menuju pintuku. Membukakan pintu untukku dan membalutku dengan jaketnya. Ya.. kini kami berdua sedang berada di dalam jaket kecilnya, berlari kecil menuju pintu masuk resto. Dia mendekap tubuhku merapat ke tubuhnya. Dear Lord, bolehkah aku menghentikan waktu sejenak? pintaku ;p  Kini peternakan kupu-kupu sudah bermigrasi ke perutku. Dan.. hmmm..  aku juga yakin Mr. Rain sedang tertawa dari atas sana. Oh great job! =)

 

*******

Selebihnya.. sore ini, aku kembali merasakan dejavu. Apa yang pernah terjadi diantara kami seolah berulang kembali… dan lagi.. dan lagi. Dia sibuk bercerita dan menggangguku… sementara aku mendengarkan ceritanya sambil memutar-mutar sedotan minuman di hadapanku. Resto ini pun memutarkan lagu-lagu yang sudah sangat familiar di telinga kami. Seperti apa yang terjadi saat Close to you nya Carpenter diputar. Aku bahkan bisa mengingat dengan jelas setiap kata yang terlontar dari bibirnya pada pertemuan kami yang lalu. ahh.. benar – benar suasana yang sama.

Mengakhiri pertemuan kami sore itu.. kembali dia menyiapkan jaketnya untuk melindungi kami berdua dari rintik hujan yang membasahi bumi. Aku menggeleng dan berlari begitu saja menuju ke lapangan parkir… membiarkan diri ku dibasahi hujan.. menengadahkan kepalaku ke atas, merentangkan tanganku ke kanan kemudian ke kiri.. kemudian berputar-putar sejenak. Dia tertawa melihat tingkahku namun tak sanggup mengikutiku. Sayup kudengar lagi lagu Loving you is hurt, d Cinnamons dimainkan dari dalam resto..

 

*******

 

Loving you is hurt

Ring, ring it’s you again heart pops
I loved to hear you
It’s been all day I’ve been waiting for you
Hello, you call my name
So much stories you shared with me
You said a lot to me about girls
(Oh, it’s so nice )
And every beauty thing they did to you
Don’t stop and tell me more’Chorus:

Loving you it hurt sometimes
I’m standing here you just don’t bye
I’m always there you just don’t feel
Or you just don’t wanna feel
Don’t wanna be hurt that way
It doesn’t mean I’m givin’ up
I wanna give you more
And more and more’Knock, knock you came around heart pops
I loved to see you
It’s been two years since I’m love with you
Bum! Bum! You break my heart
You said, girl I’m in love with her
But it’s all right, I’m still alive yeah’ ohh’
And all the beauty things she did to you
Don’t stop and tell me more

Back to: Chorus

And when I see that smile upon your face
Deep in your eyes you had it all
And when I hear you super electrical voices’

Back to: Chorus

PS :

thanks to Hippo, for this song ;)

 

 

.t.e.r.p.a.u.t.

Pagi hari

Pagi ini aku bangun dengan penuh tanda tanya. Apa gerangan dengan diriku, sehingga aku bermimpi tentang dirinya? bukan hanya pertanyaan “kenapa harus dia” yang ada di kepalaku, namun satu pertanyaan lagi, “kenapa mimpi ku bisa sedemikian anehnya” ?

Bapa, aku memang mengasihinya, dan aku pun merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Namun kalau sampai menikah dengan nya.. apalagi dengan kejadian seperti tadi malam yang ada di mimpiku?? Tuhan… jangan donk… aku benar-benar hanya ingin berteman saja dengan nya.  Hadooh.. hadooooohh.. ngga benar ini.

Sejujurnya.. aku lebih menaruh hati pada teman nya. Seseorang yang jauh lebih sederhana, namun memiliki hati yang luar biasa ;) yaaah.. aku sudah beberapa kali membuktikannya, Tuhan.

Sore hari

Suara telephone ku berbunyi, aku mengangkatnya.. “Hallo” kataku. Dan kemudian aku terhenyak mendengar suara di sebelah sana… It’s hiiiimm.. Gosssshhh… gimana ini??? aku deg2 an.. namun aku senang sekali. Aku membiarkan segala cerita dan celotehan mengalir diantara kami. hmmm.. entah sudah berapa lama kami tidak berbicara seperti ini… Sebulan?? dua bulan??? entahlah… yang pasti aku bahagia. Dan sungguh aku tidak bisa menceritakan mimpiku malam tadi kepadanya. Buat apa juga yah?? Dari pada kepikiran dan nantinya bisa terjadi “apa-apa” hehehe. Mungkin tanpa kusadari, aku hanya sekedar kangen pada nya.

Malam hari

Dear God, kalau boleh.. biarkan kami tetap berteman seperti sekarang ini. karena jujur, hatiku sudah terpaut pada seseorang yang berhati luar biasa dan bertalenta indah di luar sana =) dan aku tidak mau persahabatan kami dirusak oleh hal – hal lain. Amin

** hanya dekatmu aku tenang… tempat perlindungan kekal slamannya… sluruh hidupku ada di rencana Mu, Tuhan Pegang Tanganku**

bait tersebut menemaniku mengawali penulisan note yang sudah aku janjikan kepada teman2 ku.

Hmm.. ada buanyak sekali anugerah yang kurasakan dalam hidupku… sebagian dari teman2 disini pastilah tahu.. kalo hidupku yang sekarang ini sudah memasuki babak bonus.. yang kapanpun Bapa mau, DIA dapat memanggilku pulang :)

tapiii… ditengah semuanya.. somehow.. Dia masih mau memakaiku dengan segenap kekurangan dan kelebihan yang dititipkan padaku ( ya semoga aja hidupku ini bisa bermakna bagi teman2 sih..hiihihi.. GR aja ).

Anyway.. aku mau mengucap syukur buat ultah ku yang baruuu saja lewat ini. Terima kasih atas luapan kasih sekelilingku yang tidak dpt ku katakan satu persatu…

Sempat terpana jg sih.. kok orang2 dekat ku ada yang blm ngucapin… hehehe (nunggu nih sebenernya). Lenny yang masuk mobil cuma buat ngerampok tissue aja… Bang Galang yang cuma mau main gitar aja…tanpa nyiapin sharingan firman sm sekali… Cecil yang dateng trus cipika cipiki doank tanpa ngomong apa2.. belum lagi rekan2 lain yang sibuk nyanyi2 dan milih lagu…terakhir.. Kriston yang ga mau mimpin kelompok doa… gubrak.. gubrak….
Masih menenangkan hati.. aku pikir…hmm… mungkin lagi banyak hal berat yang mereka pikirkan saat ini.. sabaaar. Kebayang ga sih..kalo aku yang ulang tahun.. aku yang mimpin acara hari itu.. aku yang doa… ( huhuhu seandainya bisa main gitar.. jangan2 aku jg yang main, sigh** ). tapi sungguh hari itu aku senang sekali dan sedang berapi-api…
btw.. kali itu kalian smua biasa aja.. ga ada yg nyuekin.. atau gimana gt yang bikin curiga… tetep normal. itu yang bikin aku percaya.. kalian benar2 ga kepikiran ttg hari ku…dan pastilah beban kalian lagi menggila gt… makanya aku benar2 menopang kalian dalam doa yang semangat 45 itu bukan.. hahaha..
Sampai pada saat pulang…pada saat beres2 bangku… tinggal aku sm bang galang yang beresin bangku… Jeng..jeng.. jeng… barulah teman2 ku anak2 nakal itu masuk lagi rame2.. sambil bawa cake lengkap dengan lilin yang menyala… sambil nyanyi happy birth day… Aku diam mendadak… kaget aja sm smuanya.. Kriston : “Ayo kita ke ruangan sebelah.. biar lebih luas..” whaaaaaaat??? hokeh.. ada apa lg ini…
Ternyata… kalian mempersiapkan segala nya disana.. aku pikir ruangan itu dipakai rekan2 futsal untuk rapat.. ( secara yah..lenny td ngaku nya mau ke anak2 futsal , nakaaaaaalllll )
eheeeemm… itu aja udah kaget yah… belum lagi tiba2 formasi berubah… dan.. ” ini kami ada kado kecil buat Tera… dari kami semua…”  *curiuos mode ON*  apaaaa ini.. baca puisi kah??? hahaha…
owww.. kalian manyanyikan 1 lagu… yang kupikir.. ‘Ku tak akan menyerah’ ( theme song kita bukaaaan ?? )  ternyataaaaa.. dr intro nya.. whaaaaaat.. i know it…. Tuhan Pegang Tanganku – Rio Silaen  !!!! beeeeuuuhhh.. gilaaaaa… merinding tiba2… diem sesaat .. abis itu bawel lagi sih… hehe…

Tuhan Engkau mengenal aku, Kau mengerti pikiranku
Kau ada saat aku berjalan, Kau ada di setiap waktu.
ku mau duduk diam dan tenang, menanti pertolongan Mu,
Engkau tahu jalan hidupku, Kau tahu isi hatiku

Tak selamanya Engkau biarkan kuberjalan dengan air mataku
dengan kasih Mu Kau balut semua luka, kurindu Tuhan hadirat Mu
Hanya dekat Mu aku tenang, tempat perlindungan kekal slamanya
sluruh hidupku ada di rencana Mu, kuberserah Tuhan pegang tanganku

ahaaaaaaaaaaa… i love this song verrrrrryyyy much and already fallen in love by the first time i heard that song.

Temans.. tahukah kalian.. kalo lagu ini sudah menjadi penguat hidupku??? tahukah kalian.. apa yang sudah berhasil aku lewati bersama dengan lagu ini??? tahukah kalian kalau lagu ini sudah beberapa kali masuk kedalam blog ku??? dan kali ini masuk lagi??
sejenak saat lagu ini dinyanyikan… Bang Galang memegang bahuku… yeeep.. dy memang banyak tau.. I will be stonger bang.. I promise you.. hehehe… dan ketika kriston mendoakan ku… dan tentunya kalian semua… aku ga bisa menghentikan buliran air yang secara tidak sopan jatuh begitu saja… ini bukan butir kesedihan teman2.. tapi sungguh buliran syukur yang tak terhingga.. bagaimana selama ini Tuhan selalu memegang tanganku… betapa Tuhan menghadirkan keluarga, sahabat, teman2 dan rekan2 yang sangat mencintai ku… betapa Tuhan tidak pernah meninggalkan ku sendiran… dan betapa Tuhan juga menemaniku.. duduk bersama ku.. ketika aku benar2 merasa tidak sanggup untuk melewati segalanya.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada orang2 yang sudah mengukir hari2 ku… kepada orang2 yang sudah membuat hari2 ku menjadi berwarna – warni.. kepada malaikat – malaikat kecil yang ada di sekelilingku.

Terima kasih
ketika aku salah, kalian menegurku
ketika aku jatuh, kalian menopangku,
ketika aku bersuka, kalian juga bertepuk tangan bersamaku,
terima kasih… karena mau menjadi media yang Tuhan pakai, untuk menyatakan kasih Nya padaku.

Aku berdoa, supaya seperti Tuhan mengasihiku, bahkan lebih lagi… seperti itu lah DIA akan menyatakan kasih Nya kepada kalian… dan sebagaimana tangan yang berlubang paku itu menggenggam tanganku selama ini, sebagaimana lambung yang terluka itu mendekapku selama ini, seperti itulah kiranya Dia menyertaimu.. Amen! God bless you all
Segala perkara dapat ku tanggung di dalam DIA yang memberikan kekuatan kepadaku.

Galz Panjaitan,
May 10 2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.